Lumajang - Pertemuan rutin Forum Bumdes Kabupaten Lumajang menjadi wadah penyerapan aspirasi sekaligus penguatan strategi pengembangan usaha badan usaha milik desa (Bumdes), khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan dan peluang kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) di Bumdes Raharjo Pasirian di Balai Desa Pasirian tersebut diikuti sekitar 30 peserta. Pengurus Bumdes Sumber Arum Desa Kalibendo turut hadir melalui Direktur TOYIBATUR ROCHMAH, S.Pd., Sekretaris FAIZATUL ROCHMAH, S.Pd. dan Bendahara FITRI VENNY ROHMAWATI. Kegiatan tersebut juga menjadi perhatian dalam upaya pemberdayaan Bumdes di wilayah Kabupaten Lumajang.
Dalam forum tersebut, sejumlah pengurus Bumdes menyampaikan kendala yang dihadapi saat menjalankan program ketahanan pangan, terutama pada sektor peternakan dan perikanan. Tingginya harga pakan ternak dinilai meningkatkan biaya operasional dan menyebabkan sejumlah unit usaha mengalami kerugian. "Naiknya harga pakan membuat banyak usaha Program Ketahanan Pangan yang kami jalankan mengalami kerugian," tutur bapak Hidayat direktur Bumdes Labruk Lor. Aspirasi tersebut menjadi bahan pembahasan bersama untuk mengidentifikasi persoalan usaha, memperkuat pengelolaan biaya produksi, serta mengembangkan langkah mitigasi agar potensi kerugian dapat diketahui lebih awal.
Pertemuan itu juga diisi sosialisasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Desa, beliau mengatakan "Pengembangan Bumdes dan peluang keterlibatan dalam program pemerintah. Dalam paparan Badan Gizi Nasional (BGN), Bumdes berpotensi menjalankan tiga fungsi dalam ekosistem SPPG, yakni sebagai agregator hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal, konsolidator sekaligus penjamin mutu melalui proses pemilahan, pengelompokan kualitas, dan standardisasi awal, serta stabilisator harga dengan membantu memperpendek rantai distribusi. Skema tersebut diharapkan membuka akses pasar bagi produsen lokal sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku yang memenuhi kebutuhan SPPG.
Materi sosialisasi turut membahas tata kelola rantai pasok Program MBG yang memprioritaskan produk dalam negeri dalam penyediaan bahan baku dan logistik. Bumdes berpeluang menjadi pemasok dan mitra lokal SPPG untuk menggerakkan perekonomian desa dari hulu hingga hilir. Kesiapan administrasi, termasuk kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Badan Hukum (BH) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun kemitraan. Paparan mengenai rantai pasok dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga menekankan pentingnya keterhubungan antara penyedia bahan baku lokal dan kebutuhan operasional SPPG agar potensi ekonomi desa dapat dimanfaatkan secara lebih terarah.
Direktur Bumdes Sumber Arum Desa Kalibendo, TOYIBATUR ROCHMAH, S.Pd., menyampaikan bahwa pertemuan rutin tersebut diperlukan untuk memperkuat pemberdayaan usaha melalui pertukaran pengalaman dan peningkatan pemahaman mengenai mitigasi risiko. "Pertemuan ini sangat diperlukan agar terdapat penambahan literasi mitigasi kegagalan usaha Bumdes yang sedang kita jalankan," tutur TOYIBATUR ROCHMAH, S.Pd. Forum Bumdes Kabupaten Lumajang berharap seluruh pengurus dapat meningkatkan komunikasi dan koordinasi, baik antar Bumdes maupun dengan instansi terkait, untuk mendukung keberhasilan program pemerintah. Sejalan dengan upaya pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Kami juga memperhatikan pentingnya pengelolaan usaha yang terencana, koordinasi yang baik, dan identifikasi dini terhadap kendala agar Bumdes dapat berkembang secara berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar