Kalibendo – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) melaksanakan berbagai kegiatan produktif di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa dalam mengembangkan potensi lokal serta meningkatkan literasi digital dan pemasaran serta kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para mahasiswa membantu pelaku usaha untuk membuat akun media sosial guna meningkatkan jangkauan pemasaran. Dengan platform seperti Instagram dan tiktok, pelaku UMKM kini dapat mempromosikan produk secara lebih luas dan efisien.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pelatihan singkat mengenai pemasaran digital dan juga membantu pemasaran langsung pada giat CFD "Car Free Day"atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dimana jalan di seputar alun-alun kota Lumajang ditutup untuk kendaraan bermotor pada hari Minggu pagi dan biasanya di manfaatkan untuk berjalan kaki.
Dalam rangka menjaga keberlangsungan program, mahasiswa juga menyusun panduan singkat mengenai penggunaan media sosial bagi UMKM. Panduan tersebut diberikan kepada pelaku usaha sebagai referensi jangka panjang
Tak hanya fokus pada UMKM, PMM UMM juga aktif dalam kegiatan lingkungan dengan mengunjungi dan merawat Pawon Urip, sebuah dapur komunitas yang menjadi simbol ketahanan pangan desa. Di lokasi ini, mahasiswa bersama warga membersihkan area dapur, merapikan tanaman obat keluarga dan sayuran.
Pawon Urip juga dijadikan sebagai tempat edukasi penting mengenai keberdayaan lokal dan pola hidup sehat. Warga desa diajak untuk terus menghidupkan fungsi dapur ini sebagai pusat kegiatan sosial dan edukatif.
Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah pelatihan pembuatan lilin dari minyak bekas (jelantah). Inovasi ini bertujuan mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menciptakan produk ramah lingkungan yang bernilai jual. Mahasiswa memperkenalkan cara penyaringan jelantah, pencampuran bahan, serta teknik pencetakan lilin yang sederhana dan murah.
Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK dan pemuda karang taruna dengan semangat tinggi. Selain menghasilkan lilin, kegiatan ini membuka peluang ekonomi baru berbasis daur ulang. Warga menyampaikan harapan agar pelatihan semacam ini bisa terus berlanjut.
Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai dampak negatif pembuangan jelantah sembarangan terhadap lingkungan. Dengan pengolahan yang tepat, limbah ini bisa diubah menjadi barang yang berguna dan bernilai.
Seluruh rangkaian kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa serta tokoh masyarakat Kalibendo. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga menciptakan suasana harmonis dan produktif selama masa pengabdian.
Melalui program PMM ini, mahasiswa UMM diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, masyarakat desa mendapatkan wawasan baru dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan masa kini.
Kegiatan pengabdian ini juga memberikan pengalaman lapangan yang berharga bagi para mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus. Dengan pendekatan partisipatif, program ini tidak hanya memberi dampak jangka pendek, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi kampus lain dalam membangun hubungan positif dengan masyarakat desa. Program PMM UMM di Desa Kalibendo pun menjadi contoh konkret dari sinergi antara dunia akademik dan masyarakat akar rumput.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar