Kamis, 31 Juli 2025

Bimtek Penyusunan Keuangan Bumdesa Gunakan Aplikasi FORSA Digelar di DPMD Kabupaten Lumajang

Lumajang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Keuangan Bumdesa dengan menggunakan aplikasi FORSA Bumdesa, Kamis (31/7/2025). Acara berlangsung di aula DPMD Kabupaten Lumajang mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pengurus dan perwakilan Bumdesa dari berbagai desa di Kabupaten Lumajang. Salah satu peserta yang hadir adalah Direktur Bumdesa Sumber Arum Desa Kalibendo.

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel di lingkungan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa). Aplikasi FORSA Bumdesa menjadi salah satu alat bantu yang diperkenalkan untuk memudahkan pelaporan dan pencatatan keuangan secara digital. Kepala DPMD Lumajang membuka acara secara resmi dan menekankan pentingnya digitalisasi dalam tata kelola keuangan desa. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik akan mendukung keberlanjutan dan kemajuan Bumdesa.

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh tim fasilitator dari DPMD dan tenaga ahli keuangan desa. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar penyusunan laporan keuangan, penggunaan aplikasi FORSA, hingga simulasi input data transaksi. Peserta diberikan pendampingan langsung dalam mengoperasikan aplikasi dengan menggunakan laptop masing-masing. Bimtek ini menjadi upaya konkret dalam menyiapkan SDM Bumdesa yang andal dan melek teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum berbagi pengalaman antardesa dalam pengelolaan usaha desa.

Direktur Bumdesa Sumber Arum, Kalibendo sdri Toyibatur Rochmah ,S.Pd mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah positif dalam peningkatan profesionalisme pengurus Bumdesa. Ia menyatakan bahwa aplikasi FORSA sangat membantu dalam menyusun laporan secara cepat dan akurat.
Kegiatan berlangsung kondusif dan diwarnai diskusi interaktif antara peserta dan narasumber.
Tim fasilitator juga memberikan studi kasus nyata untuk dipraktikkan peserta. Selama sesi praktik, peserta diberikan waktu untuk menyusun laporan bulanan menggunakan data simulasi.
Evaluasi dilakukan secara langsung dengan menampilkan hasil kerja peserta di layar utama. Beberapa peserta juga menyampaikan saran untuk pengembangan aplikasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

DPMD Lumajang menyambut baik masukan tersebut sebagai bentuk partisipasi aktif. Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan efektivitas penggunaan dana Bumdesa. Penyusunan laporan keuangan yang tepat akan memperkuat posisi Bumdesa dalam membangun ekonomi desa.
Dengan aplikasi FORSA, proses pencatatan menjadi lebih sistematis dan terstandar.
Bimtek juga memberikan pemahaman hukum dasar pengelolaan keuangan desa.
Para peserta mengusulkan agar pelatihan lanjutan diadakan secara berkala.

Salah satu petugas dari bidang PUEM Bapak Dedy menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini akan terus digelar sebagai bagian dari program penguatan Bumdesa.
Peserta meninggalkan lokasi dengan membawa pengalaman dan wawasan baru. Bimtek ini menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung kemajuan desa. Dengan sinergi antara pemerintah dan pengurus Bumdesa, diharapkan tata kelola desa semakin profesional dan berdaya saing.




Rabu, 30 Juli 2025

PEMBAGIAN BERAS BULOG DESA KALIBENDO

Lumajang – Selasa, 29 Juli 2025 Sebanyak 619 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang menerima bantuan beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog).
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 29 Juli 2025, bertempat di Pendopo Balai Desa Kalibendo.
Distribusi bantuan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga seluruh KPM selesai menerima haknya. 

Bantuan beras Bulog ini merupakan bagian dari program bantuan pangan pemerintah dalam rangka menjaga ketahanan pangan masyarakat. Masing-masing KPM menerima alokasi beras sebanyak 20 kilogram. Total beras yang disalurkan pada kegiatan tersebut mencapai lebih dari enam ton. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga masyarakat Kalibendo. Mereka mengaku sangat terbantu dengan bantuan pangan di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.

Kepala Desa Kalibendo Bapak Asnawi Mangku Alam, turut hadir memantau langsung jalannya kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa bantuan ini sangat bermanfaat untuk warganya, khususnya keluarga yang kurang mampu. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi berkah bagi semua,” ujarnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Kalibendo, Bapak Anang Setiawan. Beliau membantu pengamanan serta memastikan proses berjalan dengan tertib dan lancar.

Babinsa Desa Kalibendo, Bapak M. Rohim, juga tampak aktif mengawal jalannya kegiatan pembagian beras. Sinergi antara pemerintah desa, TNI, dan Polri tampak kuat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Proses pembagian dilakukan secara tertib dengan sistem antrian berdasarkan nomor undangan. Petugas dari desa juga Mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Jember (UNEJ) beserta Universitas Islam Jember (UIJ) juga membantu mendistribusikan beras agar proses berjalan efisien. Setiap KPM diminta membawa identitas diri (e-KTP) sebagai syarat pengambilan bantuan.

Ketua KKN UNEJ sdr. Afwan mengatakan "Keberhasilan kegiatan ini adalah hasil kerja sama semua elemen masyarakat. Ia juga berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut hingga kondisi ekonomi masyarakat membaik. Warga penerima manfaat tampak antusias dan tertib selama proses pembagian berlangsung. Beberapa warga9 mengungkapkan bahwa ini adalah bantuan yang sangat mereka nantikan. “Alhamdulillah, beras ini bisa untuk kebutuhan seminggu lebih,” ujar seorang warga penerima.

Pemerintah Desa Kalibendo terus berupaya menyalurkan program-program bantuan secara tepat sasaran. Koordinasi dengan Bulog dan instansi terkait berjalan baik demi menjamin distribusi lancar.
Babinsa M. Rohim menyebut kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian negara kepada rakyat. Bhabinkamtibmas Anang Setiawan juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketertiban acara.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ketahanan pangan masyarakat desa semakin terjaga.
Pembagian beras Bulog di Kalibendo menjadi contoh nyata kolaborasi untuk kesejahteraan bersama.

Minggu, 27 Juli 2025

Menggali Potensi UMKM Desa Kalibendo bersama KKN UNEJ & UIJ 2025

"Karya Aspek Lokal Inspirasi Bisnis Edukasi Nilai Digitalisasi Optimal" Dorong Legalitas dan Digitalisasi Usaha Melalui Sosialisasi NIB dan Sertifikasi Halal oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif Universitas Negeri Jember (UNEJ) dan Universitas Islam Jember (UIJ) yang dilaksanakan pada Sabtu, 26 Juli 2025, bertempat di Balai Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2025 yang melibatkan para pelaku UMKM dan perangkat desa setempat sebagai peserta utama.

Kegiatan ini memberikan sosialisasi mendalam tentang pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikasi Halal dan pemasaran online sebagai sarana peningkatan status pelaku UMKM di ranah digital. Agenda berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga selesai dan menekankan pada pemberdayaan UMKM dengan membekali mereka wawasan legalitas usaha serta pemanfaatan teknologi digital demi berkembangnya bisnis lokal secara optimal.

Pada sesi sosialisasi, para mahasiswa KKN menyampaikan penjelasan komprehensif mengenai proses dan urgensi pengurusan NIB sebagai identitas legal usaha, disandingkan dengan fungsi e-KTP bagi warga yang membuka akses berbagai program pemerintah seperti pelatihan dan bantuan modal usaha. Kepengurusan NIB ini secara khusus didampingi oleh mahasiswa sehingga pelaku UMKM dapat memperoleh legalitas usaha tanpa biaya. "Penting sekali bagi pelaku UMKM agar memiliki legalitas resmi untuk menikmati berbagai fasilitas pemerintah dan melakukan pemasaran digital dengan penuh keyakinan," ungkap salah satu mahasiswa Koordinator KKN.

Selain itu juga di bahas tentang kepengurusan Sertifikasi Halal yang di sampaikan oleh Pendamping Sertifikat Halal yaitu Ibu Toyibatur Rochmah juga sangat di respon oleh para UMKM. Pemasaran online juga menjadi bagian edukasi KKN agar pelaku UMKM mampu menjangkau pasar lebih luas dengan standar mutu dan jangkauan yang meningkat. Sambutan antusias dari perangkat Desa Kalibendo dan para pelaku usaha menjadi bukti besarnya kebutuhan dan apresiasi terhadap kegiatan ini yang memberi pondasi kuat untuk usaha mereka ke depan.

Respon positif dari masyarakat setempat sangat menguatkan semangat pelaksanaan program ini. Sekretaris Desa Kalibendo Bapak Trisdiantoro  mengungkapkan, "Masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya legalitas usaha, sehingga kehadiran mahasiswa KKN dalam sosialisasi dan pendampingan NIB sangat membantu mempercepat proses tersebut." Seorang pelaku UMKM, Ibu Rusmini, pemilik usaha Gula Merah, turut menyatakan kegembiraannya atas program ini, "Dengan adanya pendampingan dari adik-adik mahasiswa, saya yakin usaha saya akan segera memiliki legalitas resmi sehingga bisa berkembang lebih baik." Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan rencana tindak lanjut berupa pendampingan langsung mahasiswa ke masing-masing pelaku usaha untuk membantu pengurusan NIB serta sertifikasi halal dan pemasaran digital. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas UMKM di Desa Kalibendo, tetapi juga menjadi model kolaborasi yang efektif antara desa, pelaku usaha, dan perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal berbasis digital.

Sabtu, 26 Juli 2025

Kunjungan Mahasiswa UMM ke UMKM AROMA

Kalibendo – Pada hari Rabu, 23 Juli 2025, sekelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tiba di rumah produksi AROMA olahan buah pisang Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin universitas yang bertujuan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dalam kehidupan nyata masyarakat.
Sebanyak 5 mahasiswa dari jurusan manajemen terlibat dalam kegiatan tersebut.
Mereka akan tinggal dan berbaur dengan masyarakat Desa Kalibendo selama satu bulan ke depan. 

Fokus utama program PMM kali ini adalah rebranding dari segi tampilan, sosial media hingga alat pemasaran sekaligus membantu pengembangan UMKM “AROMA”.
UMKM AROMA dikenal sebagai usaha rumahan yang mengolah aneka makanan dan minuman berbahan dasar pisang. Produk andalannya meliputi tape pisang, keripik pisang, stik pisang, sale pisang, madumongso pisang, keripik batang pisang hingga minuman dari daun pisang.
Mahasiswa UMM melihat potensi besar dari usaha ini untuk berkembang lebih luas. Namun, UMKM AROMA masih menghadapi tantangan dalam hal pemasaran, branding, dan pengemasan produk.
Oleh karena itu, tim PMM bertekad membantu mengatasi kendala tersebut.
Setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung melakukan observasi lapangan. Mereka berdiskusi dengan pemilik usaha yaitu ibu Toyibatur Rochmah yang telah mengelola AROMA sejak tahun 2016. Ibu Toyiba menyambut baik kedatangan mahasiswa UMM dan berharap kolaborasi ini membawa dampak positif bagi usahanya. Tim PMM merancang sejumlah program kerja yang meliputi  pemotretan dan video produk, dan pendampingan pemasaran online.
Selain itu, mereka juga akan membantu pembuatan akun media sosial dan katalog digital UMKM AROMA. Para mahasiswa turut merancang strategi promosi melalui platform e-commerce.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tinggal di rumah warga untuk mempererat hubungan sosial. Kehadiran mereka pun disambut hangat oleh masyarakat Kalibendo. Selain membantu UMKM, mahasiswa juga turut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti sharing tentang usaha dll.
Mahasiswa berkomitmen meninggalkan hasil kerja yang berkelanjutan, bukan hanya program jangka pendek.
Dalam beberapa hari ke depan, tim akan mulai memproduksi video promosi dan konten kreatif lainnya.
Dokumentasi tersebut akan digunakan sebagai materi promosi digital. Seluruh kegiatan akan dievaluasi bersama dosen pembimbing lapangan.
Pihak universitas menargetkan agar program ini dapat direplikasi di desa-desa lain. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa dan masyarakat bersama-sama menciptakan perubahan positif.
Kegiatan PMM UMM di Desa Kalibendo menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung ekonomi lokal.

Mahasiswa KKN UNEJ 2025 Kunjungi UMKM AROMA, Bahas Program Pemberdayaan UMKM


Kalibendo – Hari Kamis (17/07/2025) Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Jember (UNEJ) 2025 melakukan kunjungan ke UMKM AROMA, sebagai bagian dari implementasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan menjalin kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal.

UMKM AROMA dikenal sebagai salah satu usaha mikro yang bergerak di bidang olahan buah pisang yang lokasinya cukup strategis dan produknya yang khas menjadikan UMKM ini salah satu mitra potensial dalam program KKN UNEJ tahun ini.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa memaparkan program kerja mereka yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, khususnya di bidang kepengurusan ijin usaha, sertifikat halal, pemasaran digital,  dan peningkatan kualitas produk. Mereka berharap program ini dapat membantu pelaku UMKM lokal naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ibu Toyiba pemilik UMKM AROMA, menyambut baik kedatangan mahasiswa dan mengapresiasi inisiatif mereka. “Saya senang dengan kunjungan adik-adik mahasiswa. Program mereka sangat relevan dengan kebutuhan UMKM seperti kami,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan digital marketing sangat dibutuhkan karena selama ini promosi produk masih terbatas pengenalan dan penjualan di media sosial saja seperti lewat story Whatsapp, Face Book, Ia juga menyoroti pentingnya pencatatan keuangan, yang sering diabaikan oleh pelaku UMKM. “Kalau bisa dibantu untuk membuatkan pemasaran lewat media sosial dan buatkan sistem pencatatan keuangan yang sederhana tapi rapi, itu sangat membantu,” tambahnya. Dalam sesi diskusi, mahasiswa mencatat berbagai masukan dari pelaku UMKM sebagai bahan evaluasi dan penyesuaian program. Mereka juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan intensif selama masa KKN berlangsung. “Kami ingin program ini bukan hanya formalitas, tapi benar-benar memberi dampak bagi UMKM,” ujar Afwan salah satu mahasiswa KKN.

Universitas Jember terus mendorong peran aktif mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor ekonomi berbasis lokal. Pihak kampus menilai UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa yang perlu mendapat perhatian lebih dari generasi muda.

“Melalui KKN, mahasiswa belajar empati, solusi kreatif, dan kerja sama lintas sektor,” ujarnya dalam keterangan terpisah. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha. Selain UMKM AROMA, tim KKN UNEJ juga menjadwalkan kunjungan ke beberapa pelaku usaha lainnya di wilayah setempat. Pihak UMKM AROMA mengungkapkan kesiapannya untuk menjadi mitra belajar sekaligus penerima manfaat dari program ini. “Saya berharap mahasiswa bisa ikut bantu kami mengembangkan branding dan kemasan produk,” kata Ibu Toyiba lagi.

Tim KKN merespons dengan menawarkan Sosialisasi yang akan di laksanakan lain hari. Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Kalibendo mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNEJ dan berharap kerja sama ini terus berlanjut hingga setelah masa KKN. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara mahasiswa dan pelaku usaha. Kunjungan ke UMKM AROMA menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Mahasiswa UMM Laksanakan PMM 2025 di Desa Kalibendo

Desa Kalibendo – Pada tanggal 21 Juli 2025, lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi tiba di Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang untuk melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin UMM untuk mendorong mahasiswa mengaplikasikan ilmu mereka di tengah masyarakat.
Kelima mahasiswa tersebut seluruhnya berasal dari program studi Manajemen.
Mereka adalah Amprilia Ayu Darmayanti, Regyna Yessy Widyanti, Mayla Sifa Nabila Nurul Alizza, Lailatul Fazriah, dan Albizar Habibal Mahmud. Setibanya di Desa Kalibendo, mereka disambut hangat oleh Pemerintahan Desa Kalibendo dan warga sekitar.

Keesokan harinya, Selasa, 22 Juli 2025, kegiatan pembukaan resmi PMM dilaksanakan di Kantor Desa Kalibendo. Acara pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Desa Kalibendo, Perangkat Desa Kalibendo dan Mahasiswa yang sedang PMM serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Kalibendo Bapak Trisdiantoro menyampaikan terima kasih kepada UMM karena sudah datang ke Desa Kaibendo. Beliau berharap kehadiran mahasiswa ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kalibendo. Program ini menjadi wadah pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa dan masyarakat.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.
Mahasiswa memperkenalkan diri satu per satu kepada jajaran pemerintah desa Kalibendo. Mereka juga memaparkan secara singkat rencana kerja yang akan dijalankan selama masa PMM.
Program utama mereka meliputi pendampingan UMKM. Salah satu fokus utama adalah mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi desa.

Mahasiswa telah menjalin komunikasi awal dengan pelaku usaha setempat, termasuk produsen olahan buah pisang yang cukup dikenal di desa yaitu AROMA. UMKM ini dipandang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan manajerial dan pemasaran, PMM kali ini di fokuskan pada Rebranding usaha dari segi tampilan, sosial media hingga alat pemasaran UMKM AROMA di Desa Kalibendo.


Minggu, 20 Juli 2025

Pertemuan Rutin Forum Bumdesa Kabupaten Lumajang di Ds. Kebonsari Kec. Sumbersuko Kab. Lumajang

Kolaborasi Pengurus Bumdesa se-Kabupaten Lumajang Bersama DPMD Kab. Lumajang untuk Optimalisasi Pupuk Organik dan Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Merespon Tantangan Ekonomi dan Pertanian Lokal demi Mendukung Program Swasembada Pangan Pemerintah

Pada Sabtu, tanggal 19 Juli 2025, sebuah pertemuan rutin Forum Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) se-Kabupaten Lumajang digelar di Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus Bumdes dari berbagai desa di Kabupaten Lumajang beserta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang. Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh mengenai pemanfaatan pupuk organik yang diproduksi oleh warga Kabupaten Lumajang serta sinergi pengelolaan ketahanan pangan oleh Bumdesa sebagai lembaga perekonomian desa yang terus dikembangkan sebagai pionir pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas Bumdes dalam mendukung ketahanan dan peningkatan produksi pangan lokal yang sejalan dengan program pemerintah menuju swasembada pangan nasional
Dalam acara tersebut, Bapak MUJIB BASTONI, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Lumajang, memberikan penjelasan komprehensif mengenai peran signifikan Bumdes yang bukan hanya sebagai badan usaha desa, melainkan juga sebagai motor penggerak dalam pemberdayaan warga masyarakat. Beliau menegaskan bahwa Bumdesa memiliki kedudukan penting dalam meningkatkan ketahanan pangan di desa melalui berbagai kegiatan strategis yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui program penyediaan dan penyaluran pupuk organik yang efektif, Bumdes diharapkan dapat membantu petani lokal memperoleh sumber daya pertanian yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan. Pemerintah melalui DPMD Kabupaten Lumajang telah menginisiasi program-program peningkatan produksi pangan lokal, sehingga kegiatan ini menjadi pijakan serius agar seluruh pelaku Bumdes dapat bersinergi dalam memajukan sektor pertanian sambil menjaga keberlanjutan ekosistem desa.

DPMD Kabupaten Lumajang terus mendorong seluruh Bumdesa di seluruh desa agar bergerak bersama dalam rangka meningkatkan produksi pangan lokal, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta memperluas akses pangan bagi masyarakat desa. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan peran Bumdesa dalam pengelolaan ketahanan pangan yang produktif dan berkualitas, sehingga makanan yang dikonsumsi masyarakat pun secara bertahap mengalami peningkatan kualitas. Melalui forum tersebut, dibahas pula beberapa inovasi dan strategi yang dapat diimplementasikan oleh tiap Bumdesa dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi dan distribusi pupuk organik, sekaligus memperkuat sistem ketahanan pangan desa. Pertemuan ini sekaligus menjadi wadah koordinasi antara pengurus Bumdesa dan pejabat dari DPMD guna mempererat kerjasama demi mewujudkan mandiri dan berdayanya desa dalam menghadapi tantangan pembangunan yang terus berkembang.

Kamis, 17 Juli 2025

Mahasiswa Universitas Negeri Jember Laksanakan KKN di Desa Kalibendo

Desa Kalibendo, 16 Juli 2025. Sebanyak 13 mahasiswa dari Universitas Negeri Jember (UNEJ) resmi diterima untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh pemerintah desa dan warga setempat pada Rabu siang.
Mahasiswa tersebut terdiri dari 7 orang laki-laki dan 6 orang perempuan.
Mereka berasal dari berbagai fakultas dan jurusan di UNEJ.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu tri dharma perguruan tinggi.
Kepala Desa Kalibendo, Bapak Asnawi Mangku Alam, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa tersebut, beliau berharap kegiatan KKN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Semoga para mahasiswa dapat membantu mengembangkan potensi desa dan berbagi ilmu yang bermanfaat,” ujar Kepala Desa dalam sambutannya.
Ibu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyampaikan terima kasih kepada Kepala desa karena sudah di terima di Desa Kalibendo dan berpesan agar seluruh mahasiswa dapat menjalankan amanah dan pengabdian kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya dan yang pasti harus menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik.

Koordinator kelompok KKN sdr. Afwan juga menyampaikan bahwa mereka akan menjalankan program kerja selama 35 hari.
Program tersebut difokuskan pada bidang pendidikan, pertanian, kebersihan lingkungan, dan pemberdayaan UMKM.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa telah menjalani pembekalan dari kampus.
Mereka dibekali dengan materi tentang komunikasi masyarakat, pengelolaan program, serta etika sosial.
Pembekalan tersebut bertujuan agar para mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan dan budaya lokal.
Penerimaan mahasiswa KKN dilakukan secara simbolis di balai desa Kalibendo.
Acara diawali dengan sambutan dari perangkat desa dan perwakilan UNEJ.
Dilanjutkan dengan penyerahan atribut KKN secara simbolis kepada Kepala Desa.
Mahasiswa akan tinggal bersama warga selama program berlangsung.
Hal ini diharapkan dapat mempererat hubungan sosial dan membangun empati terhadap kehidupan masyarakat.
Kehadiran mereka juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda di desa Kalibendo.

Salah satu mahasiswa Zainul mengaku antusias menjalani program KKN ini.
Ia merasa senang dapat terjun langsung ke masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari.
Pemerintah desa Kalibendo memberikan fasilitas berupa tempat tinggal bagi mahasiswa.
Pihak desa juga membuka ruang dialog agar komunikasi antara mahasiswa dan warga berjalan lancar.
Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa sangat diharapkan untuk kesuksesan program ini.
Program KKN UNEJ di Desa Kalibendo merupakan bagian dari agenda tahunan universitas.
Tujuannya adalah membangun koneksi antara dunia akademik dan realitas sosial di lapangan.
Dengan keterlibatan langsung, mahasiswa diharapkan memiliki kepekaan sosial yang lebih tinggi.
Warga Desa Kalibendo menyambut positif kedatangan mahasiswa UNEJ.
Mereka berharap kolaborasi ini dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan di desa.
Dengan semangat gotong royong, mahasiswa dan warga siap bekerja bersama demi kemajuan Desa Kalibendo.

Program KKN ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga jembatan memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat.
Diharapkan, kolaborasi ini dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di masa depan.