Minggu, 10 Juli 2022

83 Ternak Sapi dan Kambing di Dusun Kalibendo Utara Desa Kalibendo sudah bebas dari PMK

Penyakit Mulut dan Kuku atau biasa disebut PMK pada hewan ternak kerap dijumpai akhir-akhir ini. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bersifat merusak jaringan sel.

Dampak penyakit ini juga dirasakan oleh peternak kambing dan sapi di Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.

Kerugian dari dampak penyakit ini bukan hanya dirasakan oleh peternak, namun juga dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, edukasi mengenai penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ini penting dimiliki.

Virus ini memiliki waktu inkubasi dalam kurun waktu 2-14 hari. Dalam beberapa kasus, tanda gejalanya sudah muncul dalam waktu kurang dari 24 jam setelah virus menginfeksi. Virus ini akan berkembang dalam jaringan faring, kulit, dan menyebar keseluruh tubuh melalui sirkulasi darah kemudian akan terbentuk lepuh pada faring.

Gejala awal akut yaitu hipersalivasi (saliva berlebih), sapi dan kambing tampak tidak bahagia, demam, dan nafsu makan menurun. Kalau gejala sudah kronik akan terbentuk lepuh, erosi, dan mengelupas.

Vaksin sebagai upaya pencegahan saat ini pun belum bisa memberikan perlindungan yang baik terhadap hewan. Dalam penanganannya, PMK juga tidak memiliki pengobatan yang spesifik. Obat antibiotik yang diberikan hanya dapat mematikan bakteri sekunder dan tidak dapat untuk mematikan virus. 

Di Dusun Kalibendo Utara RT:03 RW:03 yang mempunyai hewan ternak sapi dan kambing tercatat 22 orang dengan total ternak sebanyak 83 ekor dengan rincian:
Sapi = 33 ekor
Kambing = 50 ekor

Dan pada bulan Mei peternak sapi dan kambing di Dusun Kalibendo Utara benar-benar mengalami kesusahan karena hewan ternak mereka sebanyak 61 ekor terkena PMK dan 2 di antara sapi tersebut milik Bapak Ngateno dan Suryanto mati.

Akhirnya hewan ternak di Dusun Kalibendo Utara banyak yang mendapat vaksin gratis demi perlindungan dari virus PMK dan para peternak banyak yang memakai cara sederhana untuk menjaga ternak mereka agar dapat terhindar dari penyakit tersebut seperti: 
1. Membersihakan kandang dengan rutin.
2. Memberikan disinfektan atau menggunakan detergen cair yang dicampur dengan cairan pemutih pakaian yang di semprotkan di kandang dan sekitarnya.
3. Memandikan hewan ternak secara rutin.
4. Memberi jamu tradisional.
5. Memberi makan dengan teratur dengan rumput yang bagus dan
6. Memberi banyak minum ternak.

Mbok Ganong, salah satu janda tua yang mempunyai ternak kambing 10 ekor ini mengatakan "Meski kandangku gak bagus tapi kalau rajin di bersihkan virus tidak akan kerasan dan 6 kambing milikku bulan kemarin kakinya lumpuh, terus tak suntikno, sekitar 1 minggu sembuh 3 dan yang 3 minggu berikutnya sembuh" tutupnya sambil tersenyum.

Bapak Sutikno peternak sapi, mantan ketua RT:03 RW:03 juga menceritakan kalau sapi miliknya ada 3 ekor, karena beliau takut terkena PMK akhirnya kedua sapinya di jual, tetapi karena pada waktu itu marak PMK maka sapinya laku sangat murah. Seminggu berikutnya satu sapi yang tersisa terkena PMK. Setelah di rawat dengan baik akhirnya dalam waktu 2 minggu sapi miliknya kembali sembuh.

Menurut mereka, perawatan yang baik merupakan tindakan untuk memutus penularan PMK. Semua warga mengharapkan adanya kebijakan yang serius dari lembaga yang berperan dalam penanganan PMK ini biar semua ternak dapat bebas dari PMK

Alhamdulillah... sekarang ternak sapi dan kambing di Dusun Kalibendo Utara sudah sehat semua dan terbebas dari PMK.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar